• Senin, 15 Agustus 2022

Ikut Arahan Erick Thohir, PTPN Group Siap Beli GKP Petani Rp11.500 Per Kilogram

- Sabtu, 21 Mei 2022 | 11:53 WIB
Perkebunan Tebu (Istimewa)
Perkebunan Tebu (Istimewa)

MEDIUSNEWS.COM - Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) mendukung arahan Menteri Badan Usaha Negara (BUMN) Erick Thohir dalam rangka mendukung Ketahanan Pangan dan Sektor Energi Nasional.

Untuk itu, holding Perkebunan Nusantara akan menepati arahan untuk menjadi produsen gula kristal putih (GKP) dengan persediaan atau stok terbesar di Indonesia. PTPN Group siap menjalankan peran sebagai stabilisator pasokan dan harga gula nasional.

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Mohammad Abdul Ghani menyatakan manajemen PTPN Group menyetujui untuk melaksanakan pembelian gula kristal putih milik Petani Tebu Rakyat (PTR) produksi musim giling tahun 2022 yang diolah di pabrik gula PTPN Group.

“Harga pembelian GKP milik PTR tersebut sebesar Rp11.500 per kilogram (kg). Meningkat Rp 1000 dari harga tahun lalu,” ujarnya melalui siaran pers Corporate Secretary Holding Perkebunan Nusantara, PT Perkebunan Nusantara III (Persero) di Jakarta, Sabtu (21/5).

Direksi PTPN Group menetapkan ketentuan pembelian GKP milik PTR dengan nomor DPAT/KEP/18/2022 pada Jumat (20/5). Sesuai ketentuan tersebut, PTPN Group hanya membeli GKP melalui perwakilan PTR. Terkait hal ini, PTR harus menunjuk perwakilan dan memberikan wewenang yang sah dalam bertindak untuk dan atas nama PTR. Perwakilan tersebut akan menandatangani dokumen berupa surat, kontrak jual-beli, surat perintah setor, dan lain-lain.

“Manajemen PTPN Group memerintahkan kepada anak usaha di lingkungan Holding Perkebunan Nusantara untuk membeli GKP milik PTR dengan mengedepankan prinsip-prinsip bisnis serta tata kelola perusahaan yang baik,” ujar Abdul Ghani di Jakarta, Jumat (20/5).

Manajemen PTPN Group juga memberikan kesempatan kepada PTR untuk menjual GKP miliknya kepada pihak selain PTPN Group. PT  Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN), selaku anak perusahaan PTPN Group, akan memfasilitasi penjualan GKP tersebut melalui mekanisme lelang elektronik (e-auction). Lelang tersebut menggunakan prinsip open market, transparent, accountable, dan tidak mendistorsi pasar.

Untuk mengurangi beban petani, mulai tahun ini PT KPBN selaku penyelenggara e-auction tidak membebankan dan mengenakan jasa atau fee kepada PTR. Pembebasan biaya tersebut bertujuan agar PTR mendapatkan harga jual yang maksimal atas GKP miliknya.

“Dari harga Rp11.500 per kg, kami berharap agar 100% hasil penjualan masuk ke kantong petani, tanpa potongan jasa atau fee penjualan. Ini menunjukkan komitmen PTPN Group dalam menjaga keekonomian hasil budi daya tebu dan usaha gula milik rakyat,” ujar Abdul Ghani.

Halaman:

Editor: Bivi Edward P

Tags

Terkini

Delapan Motivasi yang Bikin Usaha Sukses

Jumat, 12 Agustus 2022 | 16:59 WIB

XL Axiata Targetkan Bangun 2.500 BTS 4G Baru

Jumat, 12 Agustus 2022 | 15:19 WIB

RUPSLB XL Axiata Sepakat Menambah Modal Lewat PUT III

Kamis, 11 Agustus 2022 | 14:38 WIB

Kenapa Negara-negara Mini ini Bisa Menjadi Kaya Raya

Selasa, 9 Agustus 2022 | 16:56 WIB
X