• Senin, 15 Agustus 2022

Benarkah Mantan Founder Startup Tak Laku di Bursa Kerja? Dianggap Tak Cocok Lagi Kerja Sebagai Karyawan

- Kamis, 4 Agustus 2022 | 11:46 WIB
Pendiri startup tak akan diterima kerja lagi? Bagaimana jika bisnisnya gagal? Simak ulasan ini (Freepik/Lifestylememory)
Pendiri startup tak akan diterima kerja lagi? Bagaimana jika bisnisnya gagal? Simak ulasan ini (Freepik/Lifestylememory)

MEDIUSNEWS - Dalam tiga bulan terakhir, industri teknologi global terguncang hebat akibat perlambatan ekonomi. Hal ini terjadi akibat adanya krisis pasokan pangan dan energi yang menyebabkan kenaikan tingkat inflasi tinggi di berbagai negara.

Tingginya tingkat inflasi itu, oleh berbagai bank sentral direspons dengan cara menaikkan suku bunga acuan. Kebijakan ini berujung pada pengetatan aliran modal di berbagai sektor industri, tak terkecuali industri digital.

Aliran modal yang dalam lima tahun terakhir deras mengalir ke sektor teknologi digital pun mulai seret. Investor dan para pemodal ventura menahan pendanaan dan mengalihkan investasinya ke sektor-sektor lain yang dianggap lebih potensial dan menguntungkan di masa resesi.

Tak mengherankan jika sepanjang 2022 ini, di seluruh dunia terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran pada karyawan sektor teknologi.

Situs Layoffs.fyi melaporkan, hingga 22 Juli 2022, ada sebanyak 56.224 karyawan dari 381 perusahaan startup global yang terkena PHK. Jumlah itu bisa jadi jauh lebih besar, karena tak semua perusahaan mengumumkan data pengurangan karyawannya. Data itu juga belum termasuk dengan startup-startup yang harus berhenti beroperasi dan tutup.

Berbagai dinamika ini memunculkan sejumlah concern terkait kondisi terkini bursa kerja pasca-gelombang pemecatan karyawan startup. Bagaimana peluang para eks-startup untuk kembali mendapatkan pekerjaan? Perhatian besar juga muncul terkait nasib para Founder startup yang perusahaannya terpaksa tutup karena kekurangan pendanaan atau faktor lain.

Sebuah riset yang digelar Yale University, Amerika Serikat, dan dipublikasikan dalam Harvard Business Review, 28 Juni lalu menunjukan kondisi anomali. Riset bertajuk “Are Former Startup Founders Less Hireable?” itu melaporkan, para mantan pendiri usaha rintisan di sektor teknologi 43% lebih kecil berpeluang mendapat panggilan kedua (setelah menjalani wawancara kerja) saat melamar pekerjaan, jika dibandingkan dengan pelamar kerja yang bukan berlatar belakang pendiri startup.

Survey yang melibatkan 2.400 responden itu juga menyebutkan, para mantan pendiri startup yang usahanya sukses rupanya punya peluang lebih kecil 33 persen untuk diundang wawancara kerja.

Hal ini memperlihatkan kondisi yang bertolak belakang dengan kecenderungan sebagian besar perusahaan yang ingin mempekerjakan karyawan berjiwa wirausaha dan inovatif.

Halaman:

Editor: Bona Cipto Ventura

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Delapan Motivasi yang Bikin Usaha Sukses

Jumat, 12 Agustus 2022 | 16:59 WIB

XL Axiata Targetkan Bangun 2.500 BTS 4G Baru

Jumat, 12 Agustus 2022 | 15:19 WIB

RUPSLB XL Axiata Sepakat Menambah Modal Lewat PUT III

Kamis, 11 Agustus 2022 | 14:38 WIB

Kenapa Negara-negara Mini ini Bisa Menjadi Kaya Raya

Selasa, 9 Agustus 2022 | 16:56 WIB
X