Industri Manufaktur Topang Pertumbuhan Positif Ekonomi Nasional Triwulan III 2022

- Kamis, 10 November 2022 | 00:00 WIB
Aktivitas ekspor kendaraan di Pelabuhan Patimban, Jawa Barat. (Tangkapan layar YouTube/Setpres)
Aktivitas ekspor kendaraan di Pelabuhan Patimban, Jawa Barat. (Tangkapan layar YouTube/Setpres)

 

MEDIUSNEWS - Pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan III-2022 tercatat sebesar 5,72 persen (year on year/yoy). Salah satu penopang pertumbuhan tersebut adalah industri pengolahan atau manufaktur.

Pada triwulan III sektor manufaktur tumbuh sebesar 4,8 persen (yoy), pertumbuhan sektor hilirisasi sumber daya alam tumbuh kuat dengan industri logam dasar yang tercatat tumbuh 20,2 persen (yoy), serta industri tekstil dan pakaian jadi dan sektor alas kaki dan barang kulit masing-masing tumbuh 8,1 persen dan 13,4 persen (yoy).

“Kita kemarin menyaksikan rilis data PDB kuartal ketiga oleh Badan Pusat Statistik (BPS), di mana pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,72 persen sedikit di atas angka proyeksi Kementerian Keuangan yang sebesar 5,7 persen. Pencapaian itu mencerminkan terus menguatnya pemulihan ekonomi nasional di tengah peningkatan ketidakpastian prospek ekonomi global,” ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati seperti dikutip dari laman Kemenkeu.go.id pada Rabu, 9 November 2022.

Baca Juga: Lowongan CPNS 2023 Segera Dibuka, Bisa Daftar Online, Ada Formasi Lulusan SMA, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Pada sisi pengeluaran, laju pertumbuhan konsumsi rumah tangga masih relatif tinggi sebesar 5,4 persen (yoy). Hal ini sejalan dengan beberapa indikator konsumsi masyarakat, termasuk rata-rata Indeks Penjualan Riil yang tumbuh 5,5 persen pada triwulan III-2022.

Di sisi lain, berbagai langkah pengendalian inflasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah, serta penguatan program perlindungan sosial untuk memitigasi dampak penyesuaian harga energi, cukup efektif dalam menjaga kesinambungan pemulihan daya beli masyarakat. Hal itu ditunjukkan oleh tingkat inflasi yang relatif terkendali dan tidak setinggi yang diperkirakan sebelumnya.

Sementara itu pada sisi konsumsi Pemerintah masih terkontraksi sebesar 2,9 persen (yoy), namun tumbuh 11,7 persen dibandingkan triwulan II-2022. Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto pun menguat dari sebelumnya 3,1 persen di triwulan II menjadi 5,0 persen di triwulan III (yoy).

Baca Juga: BPK Buka Lowongan untuk PPPK, Ini Formasi dan Persyaratannya

Kinerja neraca perdagangan Indonesia juga masih kuat. Ekspor terus mencatatkan pertumbuhan yang tinggi, demikian juga impor tumbuh untuk mendukung kebutuhan pasokan produksi dalam negeri. Ekspor secara riil tumbuh 21,6 persen (yoy) di triwulan III-2022, sementara impor tumbuh 23,0 persen (yoy).

Halaman:

Editor: I. More Ghale

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X