Pemerintah Klaim Perekonomian Indonesia Tumbuh 5,72% Triwulan III 2022, Sektor Pertanian Jadi Tumpuan

- Selasa, 15 November 2022 | 16:47 WIB
Pemerintah Klaim Perekonomian Indonesia Tumbuh 5,72% Triwulan III 2022, Sektor Pertanian Jadi Tumpuan (Foto: Humas KSP/mediusnews.com)
Pemerintah Klaim Perekonomian Indonesia Tumbuh 5,72% Triwulan III 2022, Sektor Pertanian Jadi Tumpuan (Foto: Humas KSP/mediusnews.com)

MEDIUSNEWS - Kantor Staf Presiden (KSP) optimis sektor pertanian akan terus menjadi tumpuan bagi perekonomian Indonesia. Pasalnya, di tengah perlambatan dan ketidakpastian ekonomi global, perekonomian Indonesia mampu tumbuh pada triwulan III 2022 sebesar 5,72 persen (year on year).

Sektor pertanian dalam arti luas (termasuk perikanan dan perkebunan) berkontribusi 12,91 persen terhadap PDB. Oleh karenanya, pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga dan mendorong sektor pertanian di Indonesia.

“Meskipun bukan merupakan yang terbesar, hal ini menunjukkan bahwa sektor pertanian menjadi salah satu tumpuan bagi perekonomian. Peran penting sektor pertanian semakin terasa jika mempertimbangkan penyerapan tenaga kerja. Saat ini sekitar 28,61 persen pekerja di Indonesia yang tergabung bekerja di sektor pertanian dalam arti luas,” kata Tenaga Ahli Utama KSP Prof Bustanul Arifin, di Gedung Bina Graha Jakarta, Selasa 15 November 2022.

Baca Juga: KSP Nilai Rekonsiliasi Konflik Sosial di Pulau Haruku Awal Baru Bangun Masyarakat Semakin Beradab

Dari sisi pertumbuhan, sektor pertanian menunjukkan kemampuannya untuk tumbuh secara konsisten. Pada Triwulan III 2022, sektor pertanian tumbuh 1,65 persen (year on year). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya hanya 1,37 persen. Sebelum itu, bahkan di masa puncak pandemi Covid 19, sektor pertanian tetap tumbuh positif.

Selain itu, imbuh Bustanul Arifin, konsistensi pertumbuhan sektor pertanian dipengaruhi oleh sisi permintaan yang relatif stabil, bahkan di saat kondisi perekonomian secara keseluruhan sedang kurang baik.

Pemerintah juga konsisten mendorong program intensifikasi untuk peningkatan produktivitas tanaman pangan terus dilakukan melalui penerapan teknologi tepat guna, inovasi bibit dan sebagainya. Penggunaan pupuk organik pun terus disosialisasikan sebagai alternatif pupuk kimia yang kini harganya meroket akibat kenaikan harga minyak dan gas secara global. Walaupun begitu, pemerintah tetap menjamin ketersediaan pasokan bahan sampai tahun 2023.

Baca Juga: Strategi Hadapi Krisis Pangan Global, KSP Dorong Penguatan Literasi Keuangan Penyuluh Pertanian

“Melalui program-program seperti Food Estate, pemerintah berkomitmen mengembangkan kawasan pertanian dan menjaga sawah produktif dari alih fungsi lahan. KSP selalu berupaya mendorong program yang memiliki daya ungkit besar terhadap kesejahteraan masyarakat, salah satunya melalui kerja sama dengan Kementerian/Lembaga terkait, baik untuk melakukan debottlenecking maupun meningkatkan kesejahteraan petani di sektor pertanian Indonesia,” imbuh pakar ilmu ekonomi pertanian Universitas Lampung itu.

Halaman:

Editor: Bivi Edward P

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X