• Minggu, 26 Juni 2022

Nobel Perdamaian 2021 Diberikan kepada Dua Wartawan: Maria Ressa dan Dmitry Muratov

- Jumat, 8 Oktober 2021 | 23:17 WIB
Maria Ressa (kanan) dan Dmitry Muratov diumumkan sebagai peraih Nobel Perdamaian 2021. Foto Maria: Profil Rappler. Foto Dmitry: Lymantria-wikipedia (I More)
Maria Ressa (kanan) dan Dmitry Muratov diumumkan sebagai peraih Nobel Perdamaian 2021. Foto Maria: Profil Rappler. Foto Dmitry: Lymantria-wikipedia (I More)

MEDIUSNEWS - Komite Nobel Norwegia mengumumkan peraih Nobel Perdamaian Dunia tahun 2021, Jumat, 8 September 2021. Dua nama wartawan disebutkan sebagai pemenang. Mereka adalah Maria Ressa dan Dmitry Muratov.

Keduanya mendapat penghargaan karena dianggap telah berjuang membela kebebasan berekspresi di waktu demokrasi berada dalam ancaman. Keberanian mereka bersuara melalui media dipandang sebagai suatu keberanian menegakan hak-hak dasar hidup manusia meskipun di bawah ancaman fisik maupun mental.

Maria Ressa adalah jurnalis asal Filipina yang telah menjadi warga negara Amerika Serikat. Dia merupakan co-founder dari Rappler (2012), media digital yang fokus pada ranah investigasi. Sementara itu, Muratov adalah co-founder dari harian independen utama di Rusia, Novaya Gazeta (1993).

"Atas upaya mereka menjaga kebebasan berpendapat yang merupakan prakondisi bagi demokrasi dan tetap berlangsungnya perdamaian," ujar Ketua Komite Nobel Norwegia Berit Reiss-Andersen.

Baca Juga: Pria ini Jatuh dari Lantai 9 Gedung, Timpa Mobil BMW, Hanya Patah Tangan

Komite Nobel menyebut keduanya merupakan perwakilan dunia jurnalis yang tetap mempertahankan idealisme dan berani bersuara dalam membela demokrasi dan kebebasan pers.

"Jurnalisme yang bebas, independen dan berbasis fakta telah bekerja menjadi pelindung terhadap penyalahgunaan kekuasaan, kebohongan, dan propaganda perang," tulis Komite Nobel.

Ressa dengan berani mengungkap kontroversi Presiden Filipina Rodrigo Duterte dalam kampanye melawan narkoba yang dijalankan dengan cara-cara penuh kekerasan.

Salah satu keberhasilan Ressa dan Rappler adalah melakukan investagasi atas penyebaran kabar palsu (hoax) melalui media sosial dengan tujuan menyerang lawan politik ataupun untuk memanipulasi wacana publik.

Halaman:

Editor: I. More Ghale

Sumber: nobelprize.org

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kata dan Frasa Paling Dicari di Google pada 2021

Rabu, 29 Desember 2021 | 12:56 WIB
X