• Selasa, 17 Mei 2022

Polda Metro Jaya: Pinjol Ilegal Lakukan Pencurian Data untuk Sebarkan Konten Porno

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 16:27 WIB
Salah satu unit komputer di kantor operator pinjaman online (pinjol) yang di gerebek Polda Metro Jaya, Kamis (14/10/2021). (I More)
Salah satu unit komputer di kantor operator pinjaman online (pinjol) yang di gerebek Polda Metro Jaya, Kamis (14/10/2021). (I More)

MEDIUSNEWS - Polda Metro Jaya melakukan penggerebekan terhadap sejumlah kantor operator pinjaman online tak berizin (ilegal). Hasil pemeriksaan sementara di lokasi penggerebekan, polisi menemukan adanya praktek pencurian data pribadi.

"Mereka melakukan kegiatan ini boleh kita katakan dengan melakukan pencurian data atau illegal accsess," terang Kombes Auliansyah Lubis, Dirkrimsus Polda Metro Jaya di lokasi penggerebekan, Cipondoh, Tangerang, Kamis (14/10/2021).

Dia menjelaskan, dalam penggerebekan pihaknya menemukan sejumlah unit komputer yang tengah aktif beroperasi melakukan penagihan. Praktek penagihan dilakukan dengan pemaksaan dan penyebaran konten tak senonoh.

Dengan melakukan akses ilegal terhadap data pribadi di telepon seluler (ponsel) pengguna layanan (debitur), operator akan menyebarkan ancaman ke nomor-nomor lain yang terdapat di ponsel tersebut. Tidak hanya itu, konten-konten porno yang didapat akan ikut disebar ke nomor-nomor ponsel yang tertera untuk mempermalukan debitur.

Karena itu, Auliansyah menambahkan, unit-unit komputer tersebut akan disita untuk dilakukan pendalaman di Polda Metro Jaya.

Baca Juga: Risma Tantang Pendemo di Lombok Timur Sodorkan Data

Penggerebekan dilakukan di kompleks ruko yang terdiri dari enam unit. Masing-masing ruko berlantai empat. Lantai bawah digunakan sebagai kantor jasa penagihan (collector). Sedangkan lantai atas digunakan untuk operator jasa pinjaman online (pinjol).

Dari penggerebekan tersebut, petugas menemukan 13 aplikasi fintech (financial technology). tiga di antaranya berizin, sedangkan 10 lainnya ilegal. Pemanfaatan aplikasi tersebut juga akan dijadikan sebagai bukti tindak pidana.

Dari lokasi tersebut, petugas mengamankan 32 orang. Belum dijelaskan status masing-masing orang tersebut.

Halaman:

Editor: I. More Ghale

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Autokritik Puan untuk Kinerja Legislasi DPR

Sabtu, 30 April 2022 | 10:50 WIB
X