• Minggu, 26 Juni 2022

Disanksi WADA, Presiden Minta Menpora Investigasi dan Ungkap Temuannya ke Publik

- Minggu, 24 Oktober 2021 | 11:23 WIB
Menpora Zainudin Amali memberikan keterangan pers seusai menghadiri Rapat Terbatas bersama Presiden Joko Widodo di Jakarta, Sabtu (23/10/2021). Foto: Egan/Kemenpora (I More)
Menpora Zainudin Amali memberikan keterangan pers seusai menghadiri Rapat Terbatas bersama Presiden Joko Widodo di Jakarta, Sabtu (23/10/2021). Foto: Egan/Kemenpora (I More)

MEDIUSNEWS - Sanksi yang diberikan World Anti-doping Agency (WADA) terhadap Indonesia menjadi perhatian Presiden Joko Widodo. Sanksi tersebut diberikan lantaran kelalaian Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) memenuhi persyaratan pengiriman sampel darah atlet ke WADA sejak 2020 . 

Presiden Joko Widodo memanggil Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali untuk menghadiri rapat terbatas di Istana Kepresidenan , Sabtu (23/10/2021). Presiden meminta Menpora melakukan investigasi atas kasus yang mencuat lantaran kesuksesan meraih Piala Thomas tidak diiringi dengan pengibaran Merah Putih.

Dalam rapat yang dihadiri pula oleh Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) itu Presiden Jokowi meminta semua temuan dari hasil investigasi diungkapkan ke publik.

"Ini harus diinvestigasi, kenapa ini terjadi. Kemudian, semua hasil investigasi itu diumumkan secara terbuka kepada publik," kata Menpora kepada media seusai rapat.

Baca Juga: Buntut Pemecatan Kristian Ginting, Emir Moeis Mangkir Panggilan Tripartit Sudin Nakertrans dan Energi Jaktim

Presiden menyatakan pelarangan pengibaran bendera nasional RI di event-event olahraga regional-internasional adalah hal yang harus disikapi secara sangat serius. Apalagi sanksi WADA juga mencakup lararangan bagi Indonesia menjadi host event olahraga level regional dan internasional.

Sanksi itu bisa berdampak pada kelangsungan beberapa kegiatan olahraga yang direncanakan akan digelar di Indonesia. Karena itu, dia memerintahkan Menpora dan jajarannya untuk aktif mendukung pemenuhan syarat-syarat yang diminta WADA kepada LADI.

 

Menpora sebelumnya sudah membentuk tim akselerasi dan investigasi sanksi WADA pada 18 Oktober lalu. Tim ini diketuai oleh Raja Sapta Oktohari. Tim terdiri dari 7 orang. 2 orang dari Komite Olimpiade Nasional (NOC) Indonesia, 2 orang dari perwakilan LADI, 2 orang dari perwakilan cabang olahraga Bulutangkis (PBSI) sebagai cabor yang sedang bertanding dan 1 orang dari pemerintah.

Halaman:

Editor: I. More Ghale

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ridwan Kamil: Eril Diduga Alami Kram

Selasa, 7 Juni 2022 | 16:41 WIB
X