• Selasa, 17 Mei 2022

Ahli Terowongan ITB dan China Berkolaborasi Selesaikan Hambatan Proyek Kereta Cepat

- Selasa, 18 Januari 2022 | 14:37 WIB
Dirut PT KCIC Dwiyana Slamet Riyadi di lokasi Tunnel 2 Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Foto: YouTube/Setpres
Dirut PT KCIC Dwiyana Slamet Riyadi di lokasi Tunnel 2 Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Foto: YouTube/Setpres

MEDIUSNEWS - Kemajuan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) sedikit terhambat oleh kendala teknis pembangunan terowongan kedua (Tunnel 2).

Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia-China atau PT KCIC, Dwiyana Slamet Riyadi menjelaskan, lapisan tanah di lokasi terowongan yang mudah longsor menyebabkan perlu penanganan khusus dari sisi konstruksi terowongan.

Untuk itulah pihaknya mendatangkan pakar terowongan dari China dan para ahli dari ITB untuk bekerja sama menyelesaikan hambatan pembangunan Tunnel 2.

"Jadi kolaborasi antara ahli tunnel dari China dan dari ITB yang bisa menyelesaikan proyek ini (Tunnel 2)," jelas Dwiyana sebagaimana diunggah akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa, 18 Januari 2022.

Baca Juga: Kapolda Jateng Langsung Copot Kasatreskrim Boyolali Yang Diduga Lecehkan korban Perkosaan

Kendala yang dihadapi dalam konstruksi tunnel 2 adalah lapisan tanah lempung jenis clay shale. Jenis tanah ini rentan longsor karena memiliki karakter kembang susut yang besar apabila terjadi perubahan kadar air.

"Hampir semua tanah di Tunnel 2 ini mengandung clay shale. Jadi, kondisi tanah yang agak ekstrim," urai Dwiyana.

Akibat kondisi tersebut daya dukung terhadap konstruksi terowongan berkurang hingga 80 persen. Kehadiran para pakar terowongan tersebut membuah perubahan pola pengerjaan konstruksi Tunnel 2.

Potensi longsoran diminimalkan dengan pendekatan baru ini. Alhasil kecepatan pengerjaan terowongan kembali normal.

Halaman:

Editor: I. More Ghale

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Autokritik Puan untuk Kinerja Legislasi DPR

Sabtu, 30 April 2022 | 10:50 WIB
X