• Selasa, 17 Mei 2022

Ratusan Orang Jadi Korban Suntik Modal Alkes, Kerugian Capai Setengah Triliun Rupiah

- Rabu, 19 Januari 2022 | 20:30 WIB
Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan menjelaskan kasus investasi suntik dana alat kesehatan. Foto: PMJ News
Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan menjelaskan kasus investasi suntik dana alat kesehatan. Foto: PMJ News

MEDIUSNEWS - Bareskrim Polri tengah memproses laporan kasus investasi bodong berupa suntik modal alat kesehatan (Alkes).

Saat konferensi pers di Jakarta, Rabu, 19 Januari 2022, Direktur Tipideksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan menjelaskan, penyidik telah menerima laporan aduan dari 263 orang sebagai korban investasi bodong tersebut. 

"Dari laporan tersebut, kita menerima 263 korban yang melapor ke kita dan 20 korban sudah di BAP. Total kerugian mencapai Rp503 miliar, ini yang kami himpun dan data dari berita acara pemeriksaan korban," ungkap Brigjen Whisnu Hermawan.

Baca Juga: Heru Hidayat Divonis Nihil dalam Kasus Korupsi ASABRI, Kejagung Siapkan Banding

Penyidik Tipideksus Bareskrim Polri telah mengamankan empat orang terkait kasus ini. Mereka telah ditetapkan sebagai tersangka terkait investasi suntik modal alkes.

Keempat orang tersebut, masing-masing berinisial VAK (21), BS (32), DR (27), dan DA (26).

Dia kemudian merinci peran tiap tersangka dalam menjalankan investasi bodong. VAK berperan menawarkan dan menerima dana dari investor suntik modal alkes sebelum ditransferkan ke tersangka BS dan DR.

Kemudian, BS berperan sebagai atasan VAK yang menawarkan suntik modal alkes dengan SPK Kemenkes dan Kemendikbud.

Lalu, tersangka DR berperan sebagai atasan VAK yang menawarkan suntik modal alkes dengan menggunakan perusahaan DR, yaitu PT Ardira Medika Utama yang mengantongi SPK Kemenkes, Kemenhan dan Pertamina.

Halaman:

Editor: I. More Ghale

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Autokritik Puan untuk Kinerja Legislasi DPR

Sabtu, 30 April 2022 | 10:50 WIB
X