• Senin, 26 September 2022

Minyak Goreng Langkah, CIC Desak Aparat Hukum Telisik Dana Subsidi Rp7,6 T Di Perusahaan Kelapa Sawit

- Jumat, 8 April 2022 | 12:11 WIB
Tim penyidik Kejaksaan menemukan 1 kontainer minyak goreng kemasan hendak di ekspor ke LN saat berada di pelabuhan Tanjung Priok.  (Foto: Kejagung/mediusnews.com)
Tim penyidik Kejaksaan menemukan 1 kontainer minyak goreng kemasan hendak di ekspor ke LN saat berada di pelabuhan Tanjung Priok. (Foto: Kejagung/mediusnews.com)

MEDIUSNEWS - Corupttion Investigasion Committe (CIC) mendesak aparat penegak hukum untuk menelisik keberadaan kelompok perusahaan yang memainkan kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng selama ini. Menyusul ada indikasi subsidi dana Rp7,6 dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) masuk ke perusahaan kelapa sawit tersebut.

Pasalnya kata Ketua Umum CIC Raden Bambang SS ada keanehan atas kelangkaan minyak goreng, dan dia menilai nampaknya ada peran mafia yang berlindung dibalik seragam yang diatur secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).

"Saya menilai, terlebih, setelah Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi telah meminta maaf karena tidak bisa mengontrol keberadaan para mafia minyak yang diduga di backing oknum pejabat maupun penegak hukum tersebut," ucap Raden Bambang SS dalam keterangannya, Jakarta, Jumat 8 April 2022.

Baca Juga: Pemerintah Segera Salurkan BLT Minyak Goreng

Dikatakan dia yang dimaksud TSM lantaran saat itu minyak goreng sempat langka, namun begitu Kemendag menerbitkan Permendag 6/2022 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Minyak Goreng, mulai bertaburan minyak goreng di mini market dan pasar swalayan serta tradisional.

Lewat Permendag ini ditetapkan bahwa harga eceran tetap (HET) migor Rp 14.000 per liter untuk kemasan premium, Rp 13.500 per liter kemasan sederhana, dan Rp 11.500 per liter migor curah.

"Kami menilai saat minyak goreng sepi dari pasaran, bahkan warga sampai mengantre panjang hanya untuk mendapat jatah 1 hingga 2 kemasan saja. Kemudian, setelah Kemendag mencabut Permendag ini lewat Permendag 11/2022 pada 16 Maret 2022 lalu, minyak goreng langsung membanjiri pasar dan toko swalayan, ini ada kejanggalan," ujarnya.

Dijelaskan dia, begitu ada persetujuan atas lonjakan harga minyak goreng, yang tadinya langka tiba-tiba ada di mana-mana.

"Kejanggalan ini membuat rakyat berpikir, nampaknya ada adu otot antara produsen dan pemerintah,” tegas dia.

Halaman:

Editor: Muhammad Ari Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tak Ada Kebocoran 26 Juta Lebih Data Anggota Polri

Jumat, 23 September 2022 | 23:22 WIB

Komisi Yudisial: Banyak Sekali Aduan Soal Perilaku Hakim

Jumat, 23 September 2022 | 18:01 WIB
X