• Selasa, 17 Mei 2022

Pakar Komunikasi: Politisi Jangan Hanya Bagus di ‘Panggung Depan’

- Kamis, 28 April 2022 | 21:24 WIB
Pakar Komunikasi dari Universitas Indonesia, Firman Kurniawan (Sindonews.com)
Pakar Komunikasi dari Universitas Indonesia, Firman Kurniawan (Sindonews.com)

MEDIUSNEWS.COM - Untuk membangun personal branding, sejumlah politisi berbondong-bondong ‘terjun’ ke media sosial.

Hal ini relevan karena media sosial merupakan kenyataan hari ini yang tidak bisa diabaikan.

Media sosial digunakan sebagai personal branding, yaitu strategi untuk membentuk citra diri sendiri sehingga masyarakat atau orang lain dapat menilainya dari prestasi dan pencapaian yang dia miliki.

Jika politisi sudah ‘terjun’ ke media sosial, maka dia sudah siap berinteraksi dengan masyarakat. “Terbentuk pola komunikasi baru, masyarakat bisa langsung mengakses politisi. Komunikasi publik dengan politisi dengan kekuatan media sosial,” ujar Pakar Komunikasi dari Universitas Indonesia, Firman Kurniawan di Jakarta, Kamis, 28 April 2022.

Keberadaan media sosial, katanya, tidak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Pada survei yang dirilis Hootsuite, pada tahun ini, 73,7% persen masyarakat Indonesia terhubung dengan internet dan 68,9% aktif menggunakan media sosial.

Ada tiga hal, mengapa seorang politisi memanfaatkan media sosial. Pertama, untuk membangun awareness, politisi menunjukkan karakternya, menyampaikan misinya secara ringan.

Kedua, keterlibatan publik, yaitu saat publik ikut berkomentar pada media sosial politisi tersebut. “Kemudian ketiga, ada feedback dari publik dari yang ditawarkan publik cocok atau tidak, kemudian kalau tidak cocok akan ada dialog,” sebut Firman.

Politisi yang sudah ‘terjun’ di media sosial harus menyelaraskan citranya. Politisi yang tampil ciamik, ramah, humoris di media sosial, harus bersikap yang sama saat ditemui secara langsung.

“Ada teori dramaturgi, kita atur panggung depan dan panggung belakang. Katakan panggung depan adalah media sosial, maka di panggung depan ingin tampil sempurna, ideal. Publik harus diberi juga tampilan di belakang panggung,” kata Firman.

Halaman:

Editor: Bivi Edward P

Tags

Terkini

Autokritik Puan untuk Kinerja Legislasi DPR

Sabtu, 30 April 2022 | 10:50 WIB
X