• Selasa, 17 Mei 2022

Benny Susetyo: Ini Pelajaran Penting dari Pilpres di Filipina

- Jumat, 13 Mei 2022 | 12:15 WIB
Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Antonius Benny Susetyo. (Istimewa)
Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Antonius Benny Susetyo. (Istimewa)

MEDIUSNEWS.COM – Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Antonius Benny Susetyo menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia agar tidak memberikan kesempatan kepada kediktatoran untuk kembali berkuasa, seperti halnya terjadi di Filipina.

Seruan itu dikatakannya dalam video yang diunggah di Kanal Youtube Rumah Kebudayaan Nusantara (RKN) yang tayang pada Kamis (12/5). Video berjudul "Marcos Jr Terpilih Menjadi Presiden Filipina: Alarm Bagi Demokrasi Indonesia", yang merupakan rangkaian video 'Jangan Julid Bosque bersama Om Ben'.

Benny, sebutan akrabnya, menyatakan bahwa kemenangan Marcos Jr., atau lebih dikenal dengan nama ‘Bongbong Marcos’, dengan lebih dari 50% suara, menyatakan betapa mudahnya masyarakat Filipina melupakan kediktatoran, korupsi, dan kekerasan yang diciptakan oleh Marcos Sr.

"Ini fenomena yang harus diperhatikan. Ini menunjukkan gagalnya konsolidasi demokrasi di Filipina, dimana kemiskinan, kekerasan, dan ketidakbebasan hidup terjadi begitu rupa, sehingga masyarakat mengalami situasi yang tidak menyenangkan," jelasnya.

Benny melanjutkan bahwa Marcos Jr. mampu membuat orang melupakan kekejaman masa pemerintahan ayahnya, sehingga masyarakat Filipina membayangkan kemegahan di masa kepresidenan Marcos Sr.

"Dia membuat orang lupa. Kesan glamor, kestabilan, memberikan harapan kepada masyarakat, dibandingkan Duterte," lanjut Benny.

Benny juga menunjuk pada kegagalan masa pemerintahan setelah Marcos Sr. yang tidak memberikan kesejahteraan yang diinginkan oleh masyarakat Filipina setelah Marcos Sr. turun dari posisi presiden.

"Jatuhnya rezim Marcos Sr. menandai mulainya era demokrasi Filipina. Namun, naiknya Corazon Aquino yang adalah istri dari mendiang Beniqno Aquino Jr., dan presiden-presiden selanjutnya, tidak memberikan solusi kepada masyarakat Filipina. Demokrasi tidak terbangun karena tidak memberikan kesejahteraan, kebebasan; korupsi tetap tinggi, dan hidup sejahtera tidak terjadi di Filipina," kata Benny.

Dia menjelaskan kultur politik di Filipina, yang menjadi faktor terpilihnya Bongbong Marcos sebagai presiden Filipina.

Halaman:

Editor: Bivi Edward P

Tags

Terkini

Autokritik Puan untuk Kinerja Legislasi DPR

Sabtu, 30 April 2022 | 10:50 WIB
X