• Senin, 26 September 2022

Ini Sejumlah Aset dan Rekening Milik Surya Darmadi Yang Disita Kejagung Dalam Kasus Korupsi Duta Palma Rp78 T

- Selasa, 9 Agustus 2022 | 10:52 WIB
Gedung Palma One diduga milik Surya Darmadi di Sita oleh Kejagung. (Foto: Puspenkum Kejagung/mediusnews.com)
Gedung Palma One diduga milik Surya Darmadi di Sita oleh Kejagung. (Foto: Puspenkum Kejagung/mediusnews.com)

MEDIUSNEWS - Sejumlah aset PT Duta Palma  milik tersangka Surya Darmadi (SD) alias Apeng disita sekaligus memblokir dan rekening perusahaan dalam dugaan korupsi dan pencucian uang penyerobotan lahan sawit seluas 37.095 hektar yang ditaksir merugikan negara mencapai Rp 78 triliun.

Penyitaan dan pemblokiran rekening atas perintah Jaksa Agung Burhanuddin kepada jajaran Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) di bawah komando Febrie Ardiansyah dan tim penyidik penanganan perkara PT Duta Palma Group dibawah koordinasi Direktur Penyidikan Supardi.

"Agar tim jaksa penyidik melakukan pelacakan aset (asset tracing) keberadaan harta benda atau aset milik PT Duta Palma Group atau milik tersangka SD dimanapun berada dalam rangka pemulihan kerugian dan perekonomian negara," ucap Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana dalam keterangannya, Jakarta, Selasa 9 Agustus 2022.

Baca Juga: Kejagung Garap Aliran Uang Korupsi Apeng Bos Duta Palma Rp78 T Di Perkara Lahan Sawit Indragiri Hulu

Penyitaan sejumlah aset tersebut dilakukan, kata dia lantaran tersangka Surya Darmadi etelah beberapa kali dilakukan pemanggilan secara patut oleh tim jaksa penyidik sebanyak tiga kali, melalui surat panggilan yang dikirim ke rumah tinggal di Jl. Bukit Golf Utama PE.9 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

"Itu merupakan alamat rumah yang bersangkutan di Indonesia," kata Ketut.

Surat panggilan kedua, dilayangkan ke Kantor Duta Palma Group di Palma Tower, 22nd Floor, Jl. R.A. Kartini III-S Kav.6, Pondok Pinang, Jakrta Selatan – 12310.

"Panggilan ke tiga ke Apartmenttempat tinggal di 21 Nassim Road # 01-18 Nassim Park Residences, Singapore – 258462. Ini merupakan tempat tinggal yang bersangkutan di Singapura," tuturnya.

Selain itu pihaknya juga menyampaikan pesan secara terbuka surat panggilan melalui surat kabar harian nasional yaitu The Jakarta Post dan Kompas, ternyata tersangka Surya Darmadi tidak juga hadir atau tidak kooperatif dalam panggilan tersebut untuk memenuhi pemeriksaan.

Halaman:

Editor: Bivi Edward P

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tak Ada Kebocoran 26 Juta Lebih Data Anggota Polri

Jumat, 23 September 2022 | 23:22 WIB

Komisi Yudisial: Banyak Sekali Aduan Soal Perilaku Hakim

Jumat, 23 September 2022 | 18:01 WIB
X