• Senin, 26 September 2022

Carmen Siagian Dorong Pemerintah Kampanyekan Sorgum Pengganti Beras, Moeldoko Terus Bersosialisasi

- Minggu, 14 Agustus 2022 | 12:26 WIB
DR.dr. Carmen Siagian ketika jadi narasumber mengenai stunting  (Foto: Bivi/mediusnews.com)
DR.dr. Carmen Siagian ketika jadi narasumber mengenai stunting (Foto: Bivi/mediusnews.com)

MEDIUSNEWS - Ahli gizi dan makanan DR.dr. Carmen Siagian mengapresiasi langkah pemerintah untuk membudidayakan sorgum sebagai sumber pangan alternatif pengganti nasi dan gandum. Sebelumnya Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebutkan pemerintah sedang mengembangkan puluhan ribu hektar tanaman sorgum.

Namun kata dia program itu harus didukung dengan catatan perlu suatu studi agar bisa dipertanggung jawabkan dari segi akademis atau ilmiah.

"Untuk mempromosikan sorgum sebagai bahan diversifikasi pangan dan industri sangat prospektif, namun diperlukan dukungan riset, Iptek, dan kebijakan. Bagus itu sorgum untuk mengatasi krisis pangan, menurut Jokowi sudah harus kita antisipasi sekarang," kata Carmen dalam keterangannya kepada mediusnews.com, Jakarta, Minggu 14 Agustus 2022.

Baca Juga: Dukung Alternatif Pangan, Moeldoko Nikmati Olahan Tanaman Sorgum

Akademisi dan juga peneliti asal Universitas Kristen Indonesia (UKI) ini menjelaskan Presiden Jokowi telah mencanangkan bahwa krisis pangan akan melanda seluruh dunia menjelang tahun 2023. Indonesia yang berpenduduk lebih dari 250 juta dikhawatirkan akan menerima dampak tersebut.

"Salah satu bahan pangan yang dapat mengatasi kondisi tersebut adalah sorgum. Sorgum sebagai bahan pangan lokal merupakan salah satu pilihan diversifikasi pangan selain beras," kata dia.

Ketua Umum Asa Hari Depan atau Ahad menambahkan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini tengah melakukan proses penanaman sorgum lebih dari 3000 hektare dan rencana ditargetkan 50.000 hektar pada tahun 2023.

Baca Juga: Moledoko: Sorgum Memiliki Banyak Keuntungan untuk Masyarakat

"Mensorgumkan NTT untuk mendorong agar berkontribusi besar bagi ekonomi NTT terutama mengatasi masalah kemiskinan dan stunting," ujarnya.

Halaman:

Editor: Ichwan Prihantoro

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tak Ada Kebocoran 26 Juta Lebih Data Anggota Polri

Jumat, 23 September 2022 | 23:22 WIB

Komisi Yudisial: Banyak Sekali Aduan Soal Perilaku Hakim

Jumat, 23 September 2022 | 18:01 WIB
X