• Rabu, 7 Desember 2022

Segini Besaran Jatah Lima Penerima Suap di Tubuh MA dalam Penanganan Perkara KSP Intidana

- Jumat, 23 September 2022 | 14:40 WIB
Ketua KPK Firli Bahuri menunjukkan barang bukti kasus suap penanganan perkara di MA. (Tangkapan layar YouTube/KPK)
Ketua KPK Firli Bahuri menunjukkan barang bukti kasus suap penanganan perkara di MA. (Tangkapan layar YouTube/KPK)

MEDIUSNEWS - KPK telah menetapkan 10 tersangka dalam kasus suap penanganan perkara di Mahkamah Agung (MA), Jumat, 23 September 2022.

Enam tersangka berasal dari internal MA sebagai penerima suap. Empat tersangka lain terdiri dari dua pengacara dari dua klien pihak swasta yang menjadi pemberi suap dari debitur Koperasi Simpan Pinjam Intidana (ID).

Enam tersangka dari internal MA adalah Sudrajat Dimyati (SD), Hakim Agung MA, Elly Tri Pangestu (ETP), Hakim Yudisial/Panitera Pengganti MA, Desy Yustria (DS), PNS pada Kepaniteraan MA, Muhajir Habibie (MH), PNS pada Kepaniteraan MA, Redi (RD), PNS MA
Albasri (AB), PNS MA.

Sementara itu, pemberi suap terdiri atas Yosep Parera (YP), pengacara, Eko Suparno (ES), pengacara, Heryanto Tanaka (HT), swasta/Debitur KSP Intidana, dan Ivan Dwi Kusuma Sujanto (IDKS), swasta/Debitur KSP Intidana.

Baca Juga: Ada Ferdy Sambo di Sengketa Warisan Bos Sinarmas Group?

BESARAN JATAH

Saat konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Ketua KPK Firli Bahuri menjelaskan konstruksi perkara tersebut, termasuk pembagian jatah uang suap yang diterima pihak internal MA.

Dijelaskan Firli, pihak pertama di internal MA yang dihubungi kedua pengacara untuk "mengondisikan" putusan kasasi adalah Desy Yustria (DS). Dia kemudian mengajak ETP dan MH untuk terlibat.

"DS selanjutnya mengajak MH dan ETP untuk ikut serta menjadi penghubung penyerahan uang ke majelis hakim," sambung Firli Bahuri.

Halaman:

Editor: I. More Ghale

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kombes Susanto ke Ferdy Sambo: Jenderal Kok Bohong

Selasa, 6 Desember 2022 | 16:30 WIB
X