• Selasa, 17 Mei 2022

Bukti Penyelesaian Ganti Rugi Lahan Tak Dibuktikan, LKPK Minta KPC Tidak Berdalil

- Selasa, 18 Januari 2022 | 16:35 WIB
Proses penyelesaian ganti rugi lahan milik Kelompok Tani Multi Guna (KTMG) (Foto: mediusnews.com)
Proses penyelesaian ganti rugi lahan milik Kelompok Tani Multi Guna (KTMG) (Foto: mediusnews.com)

 

MEDIUSNEWS - Proses penyelesaian ganti rugi lahan milik Kelompok Tani Multi Guna (KTMG) yang digarap oleh perusahan tambang batubara PT Kaltim Prima Coal (KPC), masih belum terealisasi. Pihak perusahan bahkan mengaku sudah melakukan pembayaran, namun pembayaan lahan tersebut diduga fiktif.

Ketua Lembaga KPK PAN RI, Thamrin mengatakan, pihaknya selaku perwakilan atau yang dikuasakan KTMG sudah melakukan beberapa langkah usai menerima pengakuan warga Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangata Utara, Kalimantan Timur waktu lalu.

Dimana beberapa waktu lalu, pihaknya sudah melakukan beberapa langkah koordinasi dengan instansi yang berkompeten dalam masalah ini diantaranya, pihak kepala Desa dan pihak KPC sendiri.

Baca Juga: Manjakan Warga Kaltim dan Sulut Untuk Bepergian Bandara Udara Balikpapan Tambah Rute Penerbangan Baru

Namun, lanjut Thamrin, saat melakukan pertemuan dengan pihak KPC yang diwakili oleh beberapa petugas bagian legalnya mengungkapkan bawa KPC sudah melakukan pembayaran ganti rugi lahan tersebut.

Menurut pengakuan KPC, ada sekitar 20 orang warga yang sudah menerima. Namun, sayangnya bukti pembayaran tidak bisa ditunjukkan piha KPC bahkan lahan yang dimaksud bukan lahan milik KTMG.

"Saat kami melakukan pertemuan dengan pihak KPC yang diwakili tiga orang dari tim Legal KPC di Ruang Meeting Kantor S.23, berdalil sudah merealisasi pembayaran lahan tersebut," ucap Thamrin dalam keterangannya, Kaltim, Selasa 18 Januari 2022.

Baca Juga: Bareskrim Tetapkan 10 Tersangka Mafia Tanah di Cakung, Sembilan Oknum Berlatar Pegawai BPN

Namun kata Thamrin, ketika pihaknya menanyakan bukti pembayarannya mereka hanya terdiam. Dan, yang mereka maksud pembayaran itu, bukan lahan milik kelompok tani pihaknya.

Halaman:

Editor: Bivi Edward P

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X