• Selasa, 17 Mei 2022

Revolusi Milenial Menuju Zero Stunting, Dokter Carmen Siagian Ingatkan Akan Asupan Gizi dan Edukasi

- Kamis, 20 Januari 2022 | 01:22 WIB
Diskusi Pemberdayaan Masyarakat Revolusi Milenial Menuju Zero Stunting (Foto: mediusnews.com)
Diskusi Pemberdayaan Masyarakat Revolusi Milenial Menuju Zero Stunting (Foto: mediusnews.com)

 

MEDIUSNEWS - Ketua pendiri Komunitas Asa Hari Depan (AHaD) DR. dr. Carmen Siagian.,M.S.,SpGK yang juga ahli gizi klinik mengatakan guna menanggulangi anak gagal tumbuh atau stunting, pemerintah dan masyarakat perlu tancap gas melakukan Revolusi Milenial Menuju Zero Stunting, terutama pemberian gizi seimbang di masa pandemi Covid 19 ini.

"Jadi pencegahan tidak hanya bagi ibu hamil saja, mulai dari anak remaja putri sudah harus dibekali pengetahuan akan stunting, ini untuk menuju zero stunting, agar pertumbuhan SDM unggul segera tercapai hingga menuju 2045. Sebabnya pentingnya asupan gizi," kata dokter Carmen Siagian dalam diskusi Pemberdayaan Masyarakat bertema Revolusi Milenial Menuju Zero Stunting, di Perumahan Graha Grande, Sukaresmi, Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu 19 Januari 2022.

Dia katakan bila stunting tidak ditangani segera mungkin, ini akan menjadi ancaman terhadap kualitas manusia Indonesia dimasa mendatang, terutama terhadap kemampuan daya saing.

"Jadi, penurunan angka stunting tentu bukan menjadi tanggung jawab satu instansi saja, tapi semua pihak, termasuk masyarakat itu sendiri. Anak-anak Balita saat ini akan tumbuh besar dan bakal calon pemimpin di masa depan," ucapnya.

Baca Juga: Nginceng Wong Meteng, Ganjar Pranowo Sukses Tekan Laju Stunting

Dia menjelaskan salah satu Indikator Sustainable Development Goals pada 2030 dan menuju manusia unggul 2045 pemerintah tengah bergeliat menurunkan angka balita stunting menjadi 14 persen pada tahun 2024, ini dilakukan agar masyarakat Indonesia keluar dari kasus stunting.

"Memang dampak pandemi Covid 19 ini kita akui rantai pasokan makanan terhadap anak-anak terganggu, sehingga mengalami masalah gizi, karena itu perlunya intervensi dari berbagai pihak, terutama pemerintah untuk memenuhi kebutuhan gizi terhadap anak balita, ibu meyusui dan remaja putri," ungkap peneliti ahli gizi klinik tersebut.

Sebab, kata Dokter Carmen Siagian dampak stunting akan menurunkan kemampuan motorik, fisik dan intelektual anak. Pasalnya stunting berhubungan dengan pertumbuhan otak yang di mulai dari usia nol bulan sampai dua tahun.

"Karennya sang anak harus terus kita deteksi akan pertumbuhannya. Kalau pertumbuhan otak berkurang maka IQ - nya turun tidak mencapai maksimal, maka kedepan akan berdampak pada ekonominya, dan bonus demografi akan sulit untuk tembus dalam pembangunan manusia yang unggul berdaya saing, jika tidak diantisipasi dari sekarang ini," tuturnya.

Halaman:

Editor: Bivi Edward P

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X